Waspada Superbugs pada Anak Bagian 2

sat-jakarta.com – Biaya perawatan menjadi sangat tinggi. Mari berkenalan dengan para bintang superbugs: CRE (Carbapenem Resistant Enterobacteriaceae). Bakteri ini awalnya merupakan bakteri baik yang tinggal dalam saluran cerna manusia. Saat ini bakteri CRE merupakan ancaman global. Bakteri ini kebal hampir terhadap seluruh antibiotik yang ada di dunia.

Di Amerika, infeksi CRE menyebabkan 600 kematian per tahun dari seluruh pasien yang dirawat di ruang intensif di rumah sakit. Risiko kematiannya mencapai 50%. CRE saat ini dijuluki sebagai “bakteri mimpi buruk”. Enterobacteriaceae yang merupakan bentuk alami dari CRE merupakan sahabat manusia yang tinggal di dalam saluran cerna. Berubahnya Enterobacteriaceace menjadi CRE adalah akibat ulah manusia sendiri.

C. Difcille. Pada dasarnya, Clostridium Difcile (C. Difcile) merupakan flora normal pada usus manusia. Jumlah bakteri ini sangat sedikit dan perkembangbiakannya dikendalikan dengan bakteri baik yang tinggal dalam usus manusia. Munculnya C. Difcile menjadi bakteri jahat apabila keseimbangan flora normal dalam usus manusia terganggu.

Penggunaan antibiotik yang berlebihan dapat membunuh bakteri-bakteri baik dalam saluran cerna sehingga pertumbuhan C. Difcile tidak terkendali. C. Difcile ini menyebabkan penyakit saluran cerna yang berat. Kematian yang disebabkan oleh C. Difcile mencapai 14.000 pertahun.

MRSA (Meticilin Resistant Staphylococcus Aureus). Bakteri ini merupakan bakteri normal yang hidup pada kulit manusia dan kulit di rongga hidung. Bakteri normal yang menjelma menjadi MRSA dapat menimbulkan infeksi yang sangat berat dan sulit disembuhkan.

Angka kematian meningkat 4x lipat pada infeksi MRSA dibandingkan dengan infeksi bakteri asli. Selain tiga bintang utama superbugs di atas, masih ada 15 kelompok bakteri lain yang telah menjelma menjadi superbugs.

Bagaimana superbugs bisa menyebar?

Pada umumnya superbugs ini terdapat di rumah sakit, oleh karena itu, hindari rawat inap yang tidak perlu. Ketiga superbugs yang disebutkan di atas ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh penderita, bukan dari udara. Tetapi bakteri super seperti MDR-TBC (Multi Drug Resistant Tuberculosis) dapat menyebar melalui udara.

Apakah superbugs bisa dikendalikan jumlahnya?

Bisa, bakteri super ini akan menurun populasinya jika kita menggunakan antibiotik secara bijak sehingga menurunkan kejadian “peperangan” antara antibiotik vs bakteri. Gunakanlah antibiotik hanya pada infeksi bakteri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *