Cara Budidaya Tanaman Pisang Kepok

Cara Budidaya Tanaman Pisang Kepok – Pisang kepok merupakan salah satu jenis pisang yang banyak penggemarnya.

Akan tetapi jenis yang satu ini bukanlah jenis tanaman pisang yang enak untuk dikonsumsi secara langsung.

Atau dengan kata lain pisang kepok merupakan jenis pisang yang enak dinikmati setelah melalui proses pengolahan menjadi berbagai jenis makanan seperti keripik, pisang goreng ataupun pisang crispy.

Meskipun harganya relatif mahal yang dikarenakan pembudidayaannya yang terbilang sulit, jenis pisang yang satu ini sangat mudah ditemukan di pasar tradisional ataupun pasar modern sekalipun.

Untuk membudidayakannya diperlukan pengetahuan serta teknik agar bisa mendapatkan hasil panen yang maksimal. untuk itu berikut ini adalah penejelasan mengenai budidaya pisang kepok agar bisa mendapatkan hasil yang optimal.

1. Menentukan Lokasi Tanam

Setiap tanaman memiliki karateristik serta habitat asli dimana tanaman tersebut dapat tumbuh dengan subur secara optimal. Jadi tahap pertama yang perlu dilakukan untuk menanam pisang kepok adalah menentukan lokasi tanam yang baik.

Tanpa hal tersebut, dapat berimbas pada pertumbuhan tanaman serta produktifitas dan kualitas dari hasil panen. maka, sebelum melakukan budidaya pisang kepok yang perlu diperhatikan dalam menentukan lokasi tanam adalah sebagai berikut :

  • Iklim Lingkungan

Kondisi yang paling ideal adalah daerah yang beriklim tropis dengan kondisi basah dan lembab. Akan tetapi kondisi angin juga perlu diperhatikan. Sebab, tanaman ini memiliki akar serabut yang rentan roboh jika kondisi angin terlalu kencang

  • Kondisi Tanah

Setiap tanaman pasti mendambakan kondisi tanah yang subur serta gembur. Selain itu perlu juga memperhatikan kandungan zat kapur yang terdapat di tanah tersebut. Karena tanaman yang satu ini menyerap banyak unsur hara pada tanah.

2. Pembibitan

Pembibitan pisang kepok umumnya dilakukan secara vegetatif atau mengambil anakan dari pohon induk.

Untuk mendapatkan hasil panen yang baik, dalam memilih bibit perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini :

  • Pilih bibit dari pohon induk yang berkualitas baik.
  • Pilih bibit yang sudah mencapai tinggi 1-1,5 meter.
  • Pilih bibit dengan memperhatikan daunnya. Pilihlah yang masih memiliki daun muda yang menggulung.
  • Pilih bibit anakan yang telah memiliki bonggol berukuran besar. Sebab pohon yang memiliki bonggol besar memiliki kemungkinn akan tumbuh lebih besar karena memiliki cadangan makanan yang cukup.

3. Pengolahan Lahan

Setelah mendapatkan bibit yang baik, berikut ini adalah beberapa langkah yang diperlukan dalam mempersiapkan lahan yang akan ditanami nantinya. Adapun langkah-langkah tersebut antara lain :

  •  Buat lubang tanam dengan ukuran 50×50cm serta memiliki kedalaman 50 cm.
  • Berikan pupuk kandang sebanyak 5 kg untuk setiap lubang tanam.
  • Beri jarak pada setiap lubang satu dengan yang lainnya sepanjang 3×3m.

Lubang tanam perlu dibiarkan sekitar satu minggu lamanya, setelah itu lubang-lubang yang sudah dipersiapkan baru bisa ditanami.

4. Penanaman dan Perawatan

Dalam melakukan proses penanaman pisang kepok tidak diperlukan cara khusus. Adapun cara penanaman yang dapat anda lakukan adalah sebagai berikut :

  • Buang beberapa daun yang terdapat pada bibit untuk mengurangi penguapan.
  • Buang daun yang sudah mekar secara penuh dan sisakan daun yang masih kuncup.
  • Masukkan bibit kedalam lubang tanam yang sudah disiapkan.
  • Tutup kembalin lubang tanam hingga padat.
  • Bila perlu, berikan penopang agar bibit tidak mudah roboh.

Setelah bibir sempurna tertanam, selanjutnya adalah proses perawatan. Dalam proses ini tidak perlu melakukan perawatan yang terlalu intensif. Adapun cara pemeliharaan dan perawatan tanaman pisang kepok adalah sebagai berikut :

  1. Pemupukkan
  2. Penjarangan tanaman
  3. Penyiangan
  4. Pembungkusan buah dan pemotongan jantung pisang
Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *